Menu Close

BENARKAH KURMA MUDA UNTUK HAMIL? (Bag.1)

By: Ummu Ajwa (Pegiat Kurma, Founder Komunitas Promil Kurma)

 

Bismillahirrahmanirrahiim…

Kurma Muda (Khalal)

 

“Bun, coba deh kurma muda buat promil (program hamil)..”.

Kata seorang ibu kepada ibu lainnya yang sudah lama ingin memiliki momongan.

Di Indonesia, kurma muda dipercaya sebagai makanan atau buah yang dapat menyuburkan wanita dan laki-laki agar dapat memperoleh keturunan. Entah siapa yang pertama kali membuat isu ini hingga kaum hawa sangat begitu gencar memperolehnya meski harganya yang tidak murah.

Sebagai pegiat kurma, saya bertanya dalam hati, apa ini benar? Sudah adakah penelitiannya? Atau hanya sekedar mitos yang dibuat para pedagang kurma untuk meraup keuntungan di saat kurma masih dalam keadaan mentah (hijau) atau muda (kuning/merah)? Sebab saat kita ketik di mesin pencari, banyak sekali artikel yang membahas kurma muda baik untuk kesuburan dan manfaat kesehatan lainnya. Namun sayangnya, beberapa penulis mengklaim tanpa disertakan sumber, kutipan, atau catatan kaki.

Dengan latar belakang sosiologi, rasanya berat dan bingung memahami kurma yang kebanyakan dibahas oleh disiplin kesehatan. Keingintahuan saya semakin dalam sehingga saya mulai mendalami riset-penelitian kurma dengan membeli buku-buku tentang kurma, browsing artikel ilmiah, dan mengunduh beberapa jurnal terkait kurma.  Alhamdulillah, sahabat masa kuliah saya, Evi Nurhidayati seorang ahli gizi dengan senang hati membatu saya menerjemahkan istilah-istilah tersebut. 😀  Evi pun menjadi narasumber pertama dalam Seminar Online Komunitas Promil Kurma di WhatsApp Grup, dengan topik: Mengupas Nutrisi Kurma bagi Wanita pada Sabtu, 5 Agustus 2017 pukul 20.00 WIB sampai dengan selesai. Sebab tidak semua member dapat mengikuti seminar tersebut, saya mencoba menuliskan kembali dengan sedikit penambahan (tanggapan dari pengalaman dan pengetahuan yang saya baca sebagai pegiat kurma dan beberapa pengalaman sahabat saya).

Seminar Online WAG Promil Kurma

Evi: Sebelum masuk pada sesi diskusi, saya ingin sedikit memperkenalkan diri. Untuk profile dan aktivitas saat ini, mungkin sudah diinfokan oleh Ummu Ajwa . Dari sisi keilmuan, saya memang sangat menyukai bidang gizi, baik gizi klinis, gizi masyarakat, maupun gizi industri.  Jadi saya memang sampai saat ini masih terus belajar banyak tentang gizi, jadi di forum diskusi kali ini, nanti feel free yaa diskusinya, jadi bisa saling menambahkan kalau mungkin ada yang tau infonya.       

Keunggulan Nutrisi

Evi:Kurma muda lebih tinggi serat dan kadar air. Kandungan kurma muda lebih tinggi sukrosa (disakarida) daripada fruktosa dan glukosa. Sebaliknya, kurma kering lebih sedikit sukrosa. Kurma memiliki kandungan fruktosa yang tinggi yang berperan dalam memberikan rasa manis yang paling tinggi (lebih tinggi 2x lipat dari glukosa) sehingga menimbulkan rasa kenyang lebih lama. Kandungan serat pada kurma berbeda sesuai dengan tingkat kematangannya. Kurma muda tinggi serat tak larut air yang berperan untuk memberikan rasa kenyang dan memberikan efek laksatif.

 

 1. Apa itu Fruktosa?

Evi: Karbohidrat sebagai zat sumber energi utama bagi tubuh, memiliki 3 golongan yaitu,

–  Monosakarida (karbohidrat sederhana), yang terdiri dari,

glukosa, fruktosa (gula buah), dan galaktosa

– Disakarida, yang terdiri dari,

     Sukrosa : glukosa dan fruktosa

     Laktosa: galaktosa dan glukosa

     Maltosa: glukosa dan glukosa

– Polisakarida (karbohidrat kompleks), yang biasanya terdiri dari golongan serat.

 

2. Fruktosa gula buah bukan?

Evi: Yup karena memang dia sifatnya paling manis.

 

3. Efek laksatif itu apa?

Evi: efek laksatif itu efek lancar pencernaan alias efek lancar BAB.

 

4. Apakah kurma muda lebih lama dicerna dari pada kurma matang?

Evi: Serat dalam kurma muda lebih tinggi, maka dia lebih lama dicerna sehingga menimbulkan efek kenyang lebih lama pula. Kenapa kurma matang/kering lebih mudah dicerna? Karena selama proses pematangan, terjadi pemecahan enzim sehingga tekstur kurma menjadi lebih empuk/lembut.

 

5. Kurma muda itu yang warnanya apa saja? Kalau kurma kering yang seperti apa, yang paling bagus jenis apa?

Evi: Kurma muda warnanya luarnya kuning, dalamnya putih, bentuknya lonjong. kalau kurma kering yang biasanya ada dipasaran yg warnanya coklat. kenapa warnanya berubah jadi coklat? karena adanya reaksi non-enzimatis atau biasa yg disebut dengan reaksi maillard. Untuk yg paling bagus jenis apa, sebenarnya meskipun berbeda jenis/spesies, tapi kadar kandungan gizinya tidak berbeda jauh, hanya mungkin yg berbeda adalah bentuk dan teksturnya.

 Ummu: Kurma muda (Khalal dalam bahasa Arab) yang ada mayoritas masuk Indonesia berwarna kuning dan merah tua. Kuning umumnya berjenis Barhi (Barhee). Merah berjenis Zaghloul. Kurma muda yang masuk ke Indonesia kebanyakan berasal dari Saudi Arabia dan Mesir. Sedangkan kurma kering (Tamr dalam bahasa Arab) adalah kurma yang telah melalui proses pengeringan sehingga memiliki ketahanan lebih lama daripada kurma muda (khalal) atau kurma matang (ruthob) hingga setahun atau dua tahun.

Kalau ditanya apa kurma yang paling bagus, maka saya akan menjawab Kurma Ajwa (Nabi) yang murni berasal dari Madinah Munawwaroh. Satu-satunya kurma yang dijamin oleh Rasulullah lihat link berikut https://almanhaj.or.id/2229-makan-tujuh-butir-kurma-ajwah-dapat-menangkal-racun-dan-sihir.html

 

6. Apakah kandungan yang ada di dalam buah kurma juga terdapat pada buah lain? Karena saya tidak suka buah kurma. Sekali mencoba rasanya eneg sekali dan membuat saya mual.

Evi: Kandungan buah secara umum memang tinggi serat, vitamin, dan fruktosa, tetapi qodarullah, kurma memiliki kandungan gizi yang whole package. Jadi kalau mungkin mual makan kurma kering, bisa mencoba kurma muda yang rasanya lebih ‘renyah’ dan tidak lembek teksturnya seperti kurma kering.

 Ummu: Jika mual dengan kurma kering (tamr) patut dicoba untuk mengosumsi kurma di fase muda/khalal atau matang/ruthob. Awalnya saya juga tidak suka makan kurma. Dengar saja  sudah membayangi rasanya yang eneg. Namun setelah merasakan manfaatnya baik untuk diri sendiri dan kerabat, lama-kelamaan mindset ‘eneg’ itu hilang. Namun sebelumnya kita harus pandai memilih dulu jenis kurma yang cocok dengan lidah kita karena begitu beragam macam dan rasanya. Silahkan buka video Ust. Khalid Basalamah berikut, sangat  bagus untuk ditonton ,https://youtu.be/QqXfPPSRVSQ. Disini ada hikmah yang bisa kita ambil, metode #promilkurma itu sesederhana mengamalkan sunnah Rasullullah yaitu mengonsumsi kurma di pagi hari sebanyak 7 butir. Dengan demikian ini bukanlah metode yg “pasti” melainkan sebuah ikhtiar kita sebagai Hamba Allah yg mencoba mengamalkan sunnah dgn menyukai dan merutinkan buah favorit Rasulullah. Berhasil atau tidaknya adalah qodorullah (takdir Allah). Setidaknya kita sudah mendapatkan pahala jika sudah menerapkan sunnah tersebut 🙂

 

Bersambung…


Dilarang copy-paste tanpa izin atau tidak menyertakan sumber www.juragankorma.com. Jika ditemukan, maka akan kami tindaklanjut secara tegas. (JKI copyrighted)

Leave a Reply