Menu Close

Perjuangan Mendapatkan Ghaisan (Kisah Sukses Promil #1)

Assalamu’alaikum…

Bismillah.

Perkenalkan nama saya Rezki (Ummu Ghaisan) , domisili Tangerang..

Izin sharing ya bunda2 mengenai perjalanan saya dan suami mengikhtiarkan keturunan..

Abu Ghaisan

[Perjalanan awal pernikahan]

Saya menikah sama suami Juli  2015.

Selang 1 kali haid kemudian Allah memberikan kami berita bahagia, saya hamil.

Seperti kebanyakan org, yg blm tau ttg PENYAKIT ‘AIN, saya share kebahagian tersebut d media sosial.. niatnya krna saat itu sangking bahagianya dan hanya ingin mengekspresikan kebahagiaan tersebut.

Tapi Allah punya rencana yg lbh baik, baru sebulan lebih menikmati masa2 menjadi ibu hamil, saya mengalami pendarahan awalnya cuma ngeflek kemudian jadi seperti darah haid.

Kami mencoba mengikhtiarkan untuk bedrest selama sebulan, resign dr kerjaan dan cuti kuliah.

Saat itu, saya masih kurang wawasan mengenai makna ‘bedrest’ itu apa. Saya berfikir dg saya resign, cuti kuliah, cm d rmh aja itu namanya bedrest. ternyata saya salah. Saya masih melakukan aktivitas lainnya seperti k kamar mandi, bolak balik dapur, mengerjakan pekerjaan rumah,dsb. Akhirnya pendarahan semakin hebat sampai keluar gumpalan darah.

Saat itu suami masih kerja, keluarga jauh, jadi minta tolong sama temen untuk bawa saya ke rumah sakit terdekat. Qadarullah, dokter kandungan d rmh sakit pertama lagi ga praktek. Bsknya saya pergi ke rumah sakit lain, d usg, ternyata janin dlm kandungan saya yg harusnya sudah berusia 3 bulan, tp tidak berkembang. Ukurannya masih seperti janin usia 5w2d. Dan kurtase adalah pilihan terbaik untuk saya dan janin dlm kandungan saya saat itu.

 [Kehilangan anak adalah titik balik]

Pasca kurtase, saya mengalami pergejolakan batin yg cukup hebat. Awalnya hanya sedih, kemudian menjadi meratapi kesedihan itu. Ada rasa menyalahkan Allah atas takdir yg menurut saya Allah tidak adil (astagfirullah). Semakin hari saya seperti org stress. Ga ada gairah untuk melanjutkan hidup. Perasaan menyalahkan diri sendiri yg kurang amanah, perasaan yg menyalahkan takdir dan perasaan2 lainnya. Setiap hari semakin menjadi org yg paling sensitif.

Melihat status org d medsos yg memposting kehamilannya, testpack nya, cerita ttg anaknya, dll membuat saya menjadi sedih dan kemudian berlinang air mata dan kalau sudah nangis susah untuk berhenti. Ada rasa marah, sedih, kecewa, iri dan semua membuat saya tidak nyaman. Saya benar2 menjadi pribadi yg sangat sensitif. Sampai akhirnya saya menutup semua akun media sosial saya. Tujuannya spya saya lbh tenang.

 [Ya Allah, dekaplah aku lebih erat]

Berbulan bulan saya ada dlm keadaan terpuruk, saya merasa sangat letih untuk menangis, letih menyalahi keadaan, letih menyalahi takdir, letih menyalahi diri sendiri, letih menangisi anak saya. Sampai akhirnya dalam tangis yang berurai, bibir ini berucap, “ya Allah dekap aku lebih erat, tolong hamba, hamba hanya ingin d cintai dan d sayangi engkau.. maafkan hamba ya Rabb.. jgn biarkan hamba sekejap matapun.. semua adalah milikmu, jangankan janin yg engkau titipkan sebentar dlm rahim ini, jiwa ini pun jika engkau mau ambil, detik ini pun akan menjadi hakMu.. maafkan hamba yaa Rabb.. krna terlalu kecewa atas takdir Mu, maafkan hamba yaa Rabb krna tidak ikhlas atas ketetapanMu.. tolong dekap hamba lebih erat yaa Rabb.. ”

[Mulai dengan lembaran baru]

Perlahan-lahan saya dan suami mulai mendekatkan diri lagi kepada Allah, mulai menerima takdir, memperbaiki shalat, dan saling menyemangati satu sama lain.

Pasca kurtase, ummu ajwa, krna dia sahabat dekat saya dr SMA tahu saya mengalami keguguran, beliau merekomendasikan saya untuk mengkonsumsi kurma sebagai ikhtiar untuk pemulihan rahim saya yg luka akibat kurtase. Ummu ajwa bilang konsumsi 7 butir perhari, tapi karena saya sangat suka dg kurma jd sehari bisa lebih Dr 7 butir.

Kemudian berkenalan lah saya dg Madu Penyubur kandungan. Mulai konsumsi MADU penyubur kandungan,  Niat awalnya cuma sebagai sarana pemulihan rahim pasca kurtase, cuma niat itu bergeser jadi ikhtiar untuk hamil lagi, krna ikut2an temen yg juga sedang ikhtiar. Akhirnya pak suami pun ikut2an saya beliin MADU pria.

Tiap pagi kami minum madu itu sambil berdoa smga Allah meridhoi keinginan kami  berdua. Berbulan-bulan kami konsumsi madu tersebut, kami yakin madu adalah obat dr segala obat. Qadarullah, Allah blm menjawab doa kami dg ikhtiar ini. Dan akhirnya kami jd lumayan kendor untuk konsumsi madu lagi.

 [Masih ada jalan lain]

Semangat buat konsumsi madu mulai kendor, tapi  kasih sayang Allah masih terus mengalir buat kami. Sahabat saya, Bu Susi, yg juga sedang ikhtiar ingin punya keturunan setelah 12 tahun pernikahan, menyarankan saya untuk sama2 rajin buat bikin air nabeez. Beliau bilang kalau air nabeez ini baik untuk kesuburan rahim. Beliau pun menjelaskan cara membuat air nabeez yg menurut saya cukup mudah, hanya menyiapkan air segelas kemudian rendam kurma (saya menggunakan 7 butir kurma) dan di diamkan semalaman. Ketika bangun pagi air rendaman kurma tersebut baru bisa konsumsi. Setiap pagi saya rajin banget konsumsi air nabeez ini krna rasanya yg bikin adem d perut dan seger di badan. Pernah saya lupa untu minum air nabeez ini kebetulan pula saya juga buatnya d botol minuman, baru inget siang dan ternyata air nabeez itu kalau kelamaan bisa berubah menjadi seperti soda, jd dg berat hati air nabeeznya di buang. Menurut saya, pembuatan air nabeez ini persis seperti kita membuat infused water.

 [Berita Baik?]

Telat! Alhamdulillah telat 3 Minggu. Krna seringnya saya telat haid pasca keguguran, jadi sering banget dibuat kecewa sama hasil test pack. Tapi kali ini udh telat 3 Minggu. Semakin telat semakin penasaran untuk cek. Akhirnya saya beranikan diri buat cek. Qadarullah hasil test packnya garis satu. 😂 Besoknya, lusanya, mnggu depannya saya coba lagi dan lagi untuk test dan hasilnya. Masih sama. Ada apa? Kenapa? Akhirnya kami memutuskan untuk cek ke dokter kandungan. Disana, ibu dokter menjelaskan keadaan saya. Tidak ada pembuahan, tidak ada kantung rahim, tidak ada kehidupan. Hanya ada sel telur yg ukurannya sangat kecil. Ya, saya d vonis PCOS sama dokter. PCOS  adalah keadaan dimana sel telur wanita ukurannya kecil sehingga sulit untuk d buahi. Dengan kata lain, saya sulit untuk punya anak. Lebih lanjut, dokter juga menjelaskan kenapa saya blm haid krna alasan hormonal, stress juga bisa menjadi salah satu faktornya. Lemas rasanya.. tapi Alhamdulillah, Allah kasih saya penguat lewat suami saya. Suami bilang, itu hanya kata dokter. Bukan kata Allah. Percaya dan yakin Allah pasti akan jawab doa kami.

 [Rajab, bulan penuh kebaikan]

Kami, coba cara lain,, rasanya letih mendengar ucapan org. Dan kami memutuskan untuk merayu Allah. Mendekati sang pemilik kehidupan. Di bulan Rajab, kami coba ubah semuanya ke arah yg lbh baik. Suami dan saya kembali shalat berjamaah ke masjid tiap subuh, tiap hari meluangkan waktu untuk tadarus Al Qur’an, mengamalkan surat Ar Rahman, Al waqi’ah, Al Mulk dan Yasin setiap habis subuh dan Maghrib. Setiap hari mencoba menyisihkan uang untuk sedekah dengan niat semoga Allah menjawab doa kami. Kami juga perbanyak membaca shalawat, kapan pun dan dimana pun, terlebih ketika melihat ibu hamil, anak kecil, anak bayi, ibu yg lagi gendong anaknya, sambil shalawat saya dan suami biasa mengelus perut saya. Kami menyelipkan doa untuk mempunyai keturunan di setiap lantunan bacaan shalawat kami. Bukan hanya itu, kami pun menyertakan Allah saat kami ingin berhubungan suami istri. Setiap sebelum kami berhubungan, saya dan suami selalu menyempatkan untuk shalat hajat, sehingga ketika kami berhubungan, kami berdua dlm keadaan suci. Qadarullah, Allah blm menjawab doa kami.

 [Hijrah]

Semakin hari seperti ada hantaman dr langit dan bumi. Rasanya begitu jenuh dan ingin lepas. Setiap berangkat kerja menjadi kurang bergairah. Ya, itu yg suami rasakan di sepanjang ia bekerja sebagai salah satu karyawan di bank swasta. Sudah tau ilmunya tp masih blm bisa melepaskan diri dari lingkaran Riba. Rasanya Allah sudah mencoba mengingatkan kami berulang kali, tp kami masih saja dlm lingkaran tersebut.  Dari keguguran, suami dan saya sering sakit2an, tiap bulan ada saja sejumlah uang yg harus d keluarkan tiba2. Setiap kerja, ban motor suami selalu bocor atau kempes. Masyaa Allah sebenarnya Allah sudah memberi tanda2 ini.. dan kami blm juga paham. Allah mau kami hijrah, mencari pekerjaan yg lbh Allah ridhoi, agar suami bisa menafkahi anak dan istri dg harta yg halal lagi Thoyib. Akhirnya suami nekat untuk resign. Niat karena ingin mengejar ridhonya Allah.

Kami, ga bilang ke keluarga ttg keadaan kami. Saya berusaha menutupi semuanya, kami ga mau keluarga besar jd khawatir ttg keadaan kami berdua. Anehnya, kami sedikitpun tidak merasa kekurangan. Kasih sayang Allah begitu luas kepada kami. Pdahal suami blm juga dpt pekerjaan baru, tp Allah sllu mencukupi bahkan sangat sangat lebih. Entah darimana saja itu rezeki seperti menghampiri kami saat itu.

 [Ya Allah ganti kesedihan ini dengan kebahagiaan yang Engkau ridhoi]

Hari raya tahun ini terasa begitu berbeda. Jauh dari keluarga. Sepi. Sunyi. Tapi ramai dg omongan orang. Saat itu saya untuk pertama kalinya ikut lebaran d keluarga suami. Setelah shalat Ied seperti kebanyakan org kami mengunjungi ke rumah2 tetangga untuk bersilahturahmi. Sedih teramat sedih, bukan hal baik yg saya dapatkan tapi omongan orang2 dr setiap rumah yg saya dan ibu mertua kunjungi malah menusuk hati. Ya perihal anak. Perihal keturunan. Dengan bahasa seenak hatinya, sesuka hatinya, tanpa memperdulikan perasaan saya. Hari yg suci begitu saja ternodai. Saya hanya bisa menahan air mata saya yg rasanya ingin keluar begitu deras. Saat itu cm seuntai kalimat yg sllu saya ulang berkali2 di dalam hati. “Ya Allah tolong ganti kesedihan ini dg kebahagiaan yg Engkau ridhoi”

[Aku Pasrah atas ketentuan Mu ya Rabb]

Allah belum juga menjawab doa kami. Ya dia kami untuk segera Allah kasih kami amanah. Rasanya saya sudah seperti anak kecil yg sedang merengek kepada orang tuanya untuk dikabulkan permintaannya. lagi dan lagi Allah belum menjawab.

Ummu ajwa, saat itu menyarankan saya untuk mengonsumsi kurma muda berikut memberikan saya tabel masa subur, yang bisa saya pakai untuk berhubungan dgn suami. Saya mencoba berhubungan mengikuti tabel masa subur tersebut. Cm rasanya dalam praktiknya agak susah bagi saya dan suami krna berhubungan dgn terjadwal seperti itu rasanya jd seperti mengerjakan tugas kuliah harus saat itu pdhal kenyataannya kami suka keletihan habis pulang kerja, atau memang lg ga mood dsb.

Saya sudah berada di titik paling bawah. Sedih pasti sedih ketika yang lain sudah berhasil dg keluarga mereka sedangkan kami?? Ya masih berusaha. Suami sllu bilang, udh kita harus pasrah, mungkin Allah mau kita pacaran dulu. Pasrah ya sayang.. pasrah akan takdir Allah. Setiap hari, setiap kali saya menjadi lbh sensitif karena anak suami sllu mengobatinya dg ‘pasrah yaa sayang.. kita pacaran aja yuk’.

Masih jelas dlm ingatan saya saat itu. Malam hari ketika ibu saya di rawat d rumah sakit. Saya dan suami menyusul k rumah sakit. Di sepanjang perjalanan suami sllu kasih nasihat untuk saya agar bisa tegar, ikhlas dan pasrah atas ketetapan Allah. Saat itu suami juga blm dapat pekerjaan selepas resign. Ketika kami sampai d rmh sakit, saya teringat akan nasihat mengenai doa anak yatim itu sangat mustajab. Selepas isya saya dekati adik saya, saya bilang de, Kaka cm punya ini, cincin Kaka, ambil buat Dede, terserah Dede mau pakai buat apa. Maaf Kaka baru bisa kasih ini dulu, doain Kaka yaa de.. spya mas Eka segera dpt kerjaan lagi yg lbh baik. Adik saya menangis saat itu. Memeluk saya begitu erat, kemudian mengelus2 perut saya.. “semoga Kaka segera Allah kasih anak juga..” masyaa Allah… Rasanya hati saya bergetar hebat.. saya ga minta di doakan ttg anak, tp adik saya yg statusnya anak yatim ini dg sukarela mendoakan saya. Doa yg selama ini saya ingin Allah kabulkan.

Besoknya, masyaa Allah, suami saya pagi2 dpt telp bahwa dia dpt panggilan kerja. Alhamdulillah ternyata doa anak yatim benar2 menggetarkan Arsy nya Allah.

Saat itu badan saya seperti meriang tak berkesudahan, lemes, kayak banyak angin yg nempel d tubuh saya, adik saya, tiba2 bilang, ka coba beli testpack pack. Ko masuk angin ga selesai2 katanya. Akhirnya saya ikuti saran adik saya. Pdahal mmng blm waktunya telat haid. Saya cuma iseng aja beli testpack itu. Saat itu saya, suami dan adik saya lagi nemenin ibu yg d rawat d rumah sakit. Besok paginya saya cb untuk testpack. Kali ini saya g akan kecewa lagi jika hanya ada garis satu. Karena suami bilang kami harus pasrah. Selang beberapa waktu saya lihat hasil test pack…… Allahu Akbar, janji Allah begitu nyata!! Doa anak yatim itu bnr2 mengguncang Arsy nya Allah.. janji Allah itu begitu indah! Ketika kami sudah memasrahkan diri, sudah meng nol kan hati justru saat itu lah doa kami selama ini dijawab sama Allah.. saat itu saya langsung sujud syukur dg tangan masih bergetar memegang hasil test pack. Masyaa Allah, kasih sayang Allah begitu luas.. Alhamdulillah…


Dilarang menyebarluaskan tanpa sumber dan copas tanpa izin Juragan Korma. Bagi yang ingin berkorespondensi dengan penulis bisa menghubungi via Instagram @rezkimutiara

Leave a Reply